Site Overlay

MELIHAT PRAKTEK BUKU FOTO INDONESIA

  MELIHAT PRAKTEK BUKU FOTO INDONESIA Belum diketahui secara pasti praktek buku fotografi di Indonesia kapan dimulai. Karena belum ada data maupun arsip yang valid yang menunjukan itu. Belum adanya riset dan kajian buku foto yang konperhensip yang menyebabkan masih gelapnya awal pembabakannya. Kalau boleh disebut buku foto “The American” karya Robert FranksLANJUTKAN MEMBACAMELIHAT PRAKTEK BUKU FOTO INDONESIA

ULASAN BUKU FOTO ” REBEL RIDERS”- Muhammad Fadli

Rebel Riders Fotografi oleh Muhammad FadliPenerbit Dienacht Publishing, JermanHardcover, clothbound with embossed image and foil stamping on the cover and back cover.20×28 cm, 128 halaman (buku).26×36 cm, lipat, 24 halaman (suplemen berisi indeks dan caption).11 lembar stiker komunitas vespa ekstrem.Desain oleh Calin Kruse/FLUUT Grafik-Design bersama Yana Kruse.ISBN: 978-3-946099-26-0 Ulasan: “MiripLANJUTKAN MEMBACAULASAN BUKU FOTO ” REBEL RIDERS”- Muhammad Fadli

BUKU FOTO DAN BAGAIMANA SAYA MEMBACANYA

Bukufoto dan Bagaimana Saya Membacanya Pembaca yang budiman,Ada seribu satu alasan buat orang untuk membeli sebuah novel tapi hanya tiga alasan kenapa orang membeli bukufoto. Di Indonesia, alasan itu berkurang dua;yang tersisa adalah pertemanan atau ketokohan. Ini seloroh tetapi sederap jika melihat kenyataan umur bukufoto yang begitu singkat. Tidak butuh waktu lamaLANJUTKAN MEMBACABUKU FOTO DAN BAGAIMANA SAYA MEMBACANYA

CITRA VISUAL PADA SAMPUL BUKU FOTO – “GODDES OF PANTURA”

CITRA VISUAL PADA SAMPUL BUKU “GODDES OF PANTURA” Oleh: Siti Desintha Ayuningtias Ramadhani ABSTRAK Kehidupan musik dangdut di pantai utara Jawa karya Arum Tresnaningtyas tertuang dalam buku fotografi berjudul Goddes of pantura Sampul berfungsi sebagai  pemberi citra utama yang sangat menarik sebagai sebuah representasi dari isinya. Menggunakan material dan warnaLANJUTKAN MEMBACACITRA VISUAL PADA SAMPUL BUKU FOTO – “GODDES OF PANTURA”

Mengulas Buku Foto

MENGULAS BUKU FOTO oleh Grace Anata Mengulas buku foto adalah menyampaikan pendapat, mengkombinasikannya dengan pembacaan secara analitis, menafsirkan yang tersirat, menggali yang tersurat, mengupas kekurangan dan keunggulan secara objektif, sehingga pembaca bisa turut merasakan, tertarik dan bahkan bisa berdiskusi atas ulasan tersebut. Untuk mengulas buku foto, tentu saja hal yang pertamaLANJUTKAN MEMBACAMengulas Buku Foto

Bisnis Buku Foto (di) Indonesia (Thinking out loud)

Bulan lalu saya senang dapat menghabiskan waktu di Yogyakarta. Sepulangnya dari sana saya sampai saat ini masih cukup terbebani ide-ide yang muncul. Saya pikir akan lebih baik saya tuliskan saja biar tidak membebani pikiran saya (sendiri), tapi semoga dapat ikut membebani pikiran seluruh pemangku kepentingan buku foto Indonesia. Ha! TadinyaLANJUTKAN MEMBACABisnis Buku Foto (di) Indonesia (Thinking out loud)