Site Overlay

ULASAN BUKU FOTO “A CERTAIN GRACE”- Shamow’el RamaSurya

Fotografer Shamow’el #RamaSurya memotret di daerah pegunungan Arfak, sekitar 35 km dari Manokwari (Kepala Burung).  Fotografer yang pada usia 42 tahun ini terpanggil untuk mengikuti jalan Yesus Kristus dan totalitas dalam pelayanan gereja dengan mengajar bahasa inggris pada sekolah SMP 17 Minyambouw.  Kondisi sekolah di sana jauh dari memadai mengakibatkan S Rama Surya harus mengisi kelas-kelas kosong karena kekurangan guru.     

Bukunya yang berjudul Certain Grace seakan menjawab kegalauan fotografer Sebastio Salgado yang pernah mengatakan bahwa dunia sudah tidak tertolong lagi.  Jurang kemiskinan dan tingginya kelaparan di Negara-negara miskin (dunia ketiga) yang dikunjungi membuat  fotografer Salgado begitu pesimis dan mengeluarkan buku Uncertain Grace.   

S Rama Surya menjawab dengan buku yang lebih optimis yaitu #CertainGrace, dan karena dia memotret di Indonesia yang masih penuh harapan.   Saya kenal S Rama Surya sudah sejak dari 1990 an ketika meluncur buku Yang Kuat yang Kalah.  Pada foto warna S Rama Surya dengan warna-warna pakaian dari anak-anak yang difoto dengan warna cerah merah, oranye, kuning dan tembok-tembok warna dasar yang cerah.  Warna-warna cerah seperti tembok oranye, dan baju warna cerah dari orang diseimbangkan dengan bayangan kuat masih merupakan teknik yang efektif pada foto warna. Jadi berbeda sekali dengan Raghubir Singh  dan Harry Callahan yang memotret banyak dengan warna yang cenderung pastel.   Tetapi foto warna pada S Rama Surya terlihat menjadi kontras tinggi karena pencahayaan yang chiaroscuro dan cahaya Rembrandt.  Beberapa menggunakan cahaya jendela (Rembrandt) seperti potret anak-anak  sekolah SMP tersebut.  Foto signature dari esei ini terlihat pada foto anak yang memegang pisang dengan bendara merah putih.  Kegiatan anak-anak SMP tersebut terlihat dari membersihkan di luar kelas, adanya anjing dan babi menarik sebagi penambah faktor interaksi dengan pengamat. 

Gaya foto S Rama Surya beda jauh dengan fotografer yang dikaguminya Elliot Erwitt yang kearah surealisme dan jenaka.  Pada foto S Rama Surya lebih seperti pendahulunya fotografer Indonesia Ali Said, Ed Zoelverdi, Kartono Riyadi yang realisme.  Pengambilan foto S Rama Surya juga menghindari distorsi sehingga pandangan sudut normal dan tidak distorsi seperti Bill Brandt.  Keberpihakan pada kaum yang tertindas masih merupakan salah satu tujuan pemotretannya dan kali ini ditampilkan dalam foto warna. Foto-foto ini menarik karena termasuk jarang kita lihat kondisi sebenarnya di Irian, dan Rama Surya berhasil menceritakannya secara visual dengan baik.

Penulis

Iwan Zahar, penulis buku 11 Kiat Jitu Fotoggrafer profensional, pernah mengajar fotografi di Univ Malaysia Kelantan, penulis buku Catatan Fotografer, bukufoto 12 KM dan 11 Kiat Jitu Fotografer Profesional. Pemenang beberapa lomba foto Internasional PX3, Cangkarukbukufoto. Eksebisi foto bersama fotografer Vietnam di Balai Soedjatmoko, Solo. Penulis jurnal ilmiah pembelajaran foto di jurnal SCOPUS dan IJOCA (Komik) Prof John Lent.

(Visited 103 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *